إِنَّمَا يَفۡتَرِي ٱلۡكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰذِبُونَ ١٠٥
Innamā yaftaril-kadzibal-ladzīna lā yu'minūna bi'āyātillāhi wa ulā'ika humul-kādzibūn
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.
Tafsir
Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bukanlah pendusta dalam ajaran yang dia bawa dari sisi Tuhannya. Yang membuat kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak membenarkan ayat-ayat Allah karena mereka tidak takut terhadap azab Allah dan tidak berharap akan pahala-Nya. Mereka yang memiliki sifat kekufuran itulah orang-orang pendusta karena kedustaan sudah menjadi kebiasaan mereka.