تِلۡكَ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ نَجۡعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوّٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فَسَادٗاۚ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ ٨٣
Tilkad-dārul-ākhiratu naj'aluhā lilladzīna lā yurīdūna 'uluwwan fil-ardi walā fasādan wal-'āqibatu lil-muttaqīn
Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik)616 itu bagi orang-orang yang bertakwa.
Catatan kaki
616 Yaitu surga.
Tafsir
Negeri akhirat itu Kami jadikan sebagai negeri kenikmatan dan kemuliaan bagi orang-orang yang tidak menginginkan kesombongan di muka bumi yang menjadikannya lupa dengan keimanan kepada kebenaran dan mengikutinya dan bagi orang-orang yang tidak menginginkan kerusakan di muka bumi. Kesudahan yang baik berupa kenikmatan surga dan keridaan Allah yang merupakan bagian dari kenikmatan itu, hanyalah untuk orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan mengerjakan segala yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.