لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٢٢
Llā tajidu qawman yu'minūna billāhi wal-yawmil-ākhiri yuwāddūna man hāddallāha warasūlahū walaw kānū ābā'ahum aw abnā'ahum aw ikhwānahum aw 'asyīratahum ulā'ika kataba fī qulūbihimul-īmāna wa ayyadahum birūhim minhu wayudkhiluhum jannātin tajrī min tahtihal-anhāru khālidīna fīhā radiyallāhu 'anhum waradū 'anhu ulā'ika hizbullāhi alā inna hizballāhi humul-muflihūn
Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan, dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan834 yang datang dari Dia. Lalu Dia (Allah) memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.
Catatan kaki
834 Kemauan dan kekuatan batin, kebersihan hati, kemenangan terhadap musuh dan lain-lain.
Tafsir
Kamu tidak akan dapati -wahai Rasul- suatu kaum yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari Kiamat yang mencintai dan loyal kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, meskipun musuh-musuh Allah itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, dan keluarga tempat mereka bersandar, karena iman itu mencegah dari saling tolong-menolong dengan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya dan karena ikatan iman itu lebih kuat dari segala ikatan serta wajib lebih diprioritaskan apabila terjadi pertentangan. Orang-orang yang tidak menjadikan penolong dari orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya -meskipun masih kerabat mereka- adalah orang-orang yang telah ditetapkan keimanan di dalam hati mereka sehingga tidak berubah. Allah menguatkan mereka dengan bukti nyata dan cahaya dari-Nya dan memasukkan mereka pada hari Kiamat ke dalam surga-surga ‘Adn yang di bawah istana-istana dan pepohonannya mengalir sungai-sungai. Mereka menetap di dalamnya selamanya, kenikmatannya tidak pernah berhenti dari mereka, dan keberadaan mereka di dalam surga itu pun tidak pernah fana. Allah meridai mereka dengan keridaan yang tidak ada kemurkaan lagi setelahnya dan mereka pun meridai-Nya karena Allah telah memberikan kepada mereka kenikmatan yang tidak pernah habis. Di antara kenikmatan itu adalah bisa melihat kepada Allah -Subhānahu-. Orang-orang yang mempunyai kriteria seperti ini adalah tentara Allah yang senantiasa menaati apa yang diperintahkan oleh Allah dan menahan diri dari apa yang dilarang-Nya. Ketahuilah bahwa tentara Allah adalah orang-orang yang menang karena mendapatkan apa yang mereka inginkan dan terhindar dari apa yang mereka takuti di dunia dan di akhirat.