لَقَدۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ رُسُلٗاۖ كُلَّمَا جَآءَهُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُهُمۡ فَرِيقٗا كَذَّبُواْ وَفَرِيقٗا يَقۡتُلُونَ ٧٠
Laqad akhadznā mītsāqa banī isrā'īla wa arsalnā ilayhim rusulan kullamā jā'ahum rasūlu bimā lā tahwā anfusuhum farīqan kaddzabū wafarīqan yaqtulūn
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil,288 dan telah Kami utus kepada mereka Rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari Rasul itu) mereka dustakan kali dan sebagian yang lain mereka bunuh.
Catatan kaki
288 Perjanjian itu ialah mereka beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.
Tafsir
Sungguh Kami telah mengambil perjanjian yang kukuh dari Bani Israil agar mereka mau mendengar dan patuh dan Kami pun mengutus kepada mereka para rasul untuk menyampaikan pada mereka syariat Allah. Tetapi, kemudian mereka melanggar perjanjian yang diambil dari mereka tersebut dan mengikuti hawa nafsu, yaitu berpaling dari ajaran agama yang dibawa oleh rasul-rasul mereka dan mendustakan sebagian dari rasul-rasul itu dan sebagian lainnya mereka bunuh.