فَمَنۡ حَآجَّكَ فِيهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ فَقُلۡ تَعَالَوۡاْ نَدۡعُ أَبۡنَآءَنَا وَأَبۡنَآءَكُمۡ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمۡ وَأَنفُسَنَا وَأَنفُسَكُمۡ ثُمَّ نَبۡتَهِلۡ فَنَجۡعَل لَّعۡنَتَ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡكَٰذِبِينَ ٦١
Faman hājjaka fīhi mim ba'di mā jā'aka minal-'ilmi faqul ta'ālaw nad'u abnā'anā wa abnā'akum wanisā'anā wanisā'akum wa anfusanā wa anfusakum tsumma nabtahil fanaj'al la'natallāhi 'alal-kādzibīn
Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan diri kamu, kemudian marilah kita ber-mubahalah 121 agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (di antara kita)."
Catatan kaki
121 Mubahalah ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang bersilang pendapat berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Tafsir
Bila ada yang membantahmu -wahai Rasul- dari kalangan orang-orang Nasrani Najran tentang Isa yang menganggap bahwa dia bukan hamba Allah setelah engkau mendapatkan pengetahuan yang benar tentang dia maka katakanlah kepada mereka, “Mari kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, golongan laki-laki kami dan golongan laki-laki kamu, dan kita berkumpul di satu tempat, kemudian kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah agar Dia menurunkan laknat-Nya kepada siapa yang berbohong di antara kami dan kamu.”