فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحٗا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَاۚ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ١٩٠
Falammā ātāhumā sālihan ja'alā lahū syurakā'a fīmā ātāhumā fata'ālallāhu 'ammā yusyrikūn
Maka setelah Dia memberi kepada keduanya seorang anak yang saleh, mereka352 menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Catatan kaki
352 Orang-orang musyrik menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu dengan arti bahwa anak tersebut mereka pandang sebagai hamba pula bagi berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdul Manat, Abdus Syams, dan sebagainya.
Tafsir
Lalu tatkala Allah mengabulkan doa mereka berdua dan memberi mereka seorang anak yang baik sebagaimana doa yang mereka panjatkan, tiba-tiba keduanya menyekutukan Allah dengan sembahan-sembahan lain-Nya terkait apa yang Allah berikan kepada mereka berdua. Mereka menjadikan anak mereka sebagai hamba bagi selain Allah dan memberi nama anak mereka 'Abdul-Ḥāriṡ (hamba petani). Mahatinggi Allah dan Mahasuci Dia dari segala sesuatu yang dijadikan sekutu bagi-Nya karena Dialah satu-satu-Nya pemilik sifat rubūbiyyah (ketuhanan) dan ulūhiyyah (keilahian).