وَأَقۡسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ لَئِن جَآءَتۡهُمۡ ءَايَةٞ لَّيُؤۡمِنُنَّ بِهَاۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِۖ وَمَا يُشۡعِرُكُمۡ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٠٩
Wa aqsamū billāhi jahda aymānihim la in jā'athum āyatul layu'minunna bihā qul innamal-āyātu 'indallāhi wamā yusy'irukum annahā idzā jā'at lā yu'minūn
Dan Mereka bersumpah atas nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, "mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah." Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.322
Catatan kaki
322 Orang musyrik bersumpah bahwa kalau datang dari Allah mukjizat mereka akan beriman, karena itu orang mukmin mengharap kepada Nabi agar Allah menurunkan mukjizat yang dimaksud. Maka Allah menolak pengharapan orang-orang mukmin itu dengan ayat ini.
Tafsir
Orang-orang musyrik itu bersumpah demi Allah dengan sekuat tenaga mereka bahwa jika suatu ketika Muhammad datang kepada mereka dengan membawa mukjizat yang mereka usulkan niscaya mereka benar-benar akan beriman kepadanya. Katakanlah -wahai Rasul- kepada mereka, “Mukjizat itu bukanlah wewenangku sehingga bisa kuturunkan sesuka hatiku. Sesungguhnya mukjizat itu adalah wewenang Allah. Dialah yang bisa menurunkannya menurut kehendak-Nya.” Tahukah kalian -wahai orang-orang mukmin- bahwa apabila mukjizat-mukjizat itu datang kepada mereka seperti yang mereka usulkan, mereka tidak akan beriman? Bahkan, mereka akan tetap ingkar dan membangkang karena mereka tidak menginginkan hidayah (petunjuk ke jalan yang benar).