Pertanyaan yang sering diajukan

Pelajaran 6 dari 11

Mengapa muslimah mengenakan hijab?

Jawaban singkat

Muslimah mengenakan hijab karena Allah memerintahkannya dalam Al-Qur'an, sebagai ibadah dan wujud menjaga kehormatan diri. Rangkaian ayat yang sama terlebih dahulu memerintahkan laki-laki untuk menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan mereka. Seorang perempuan menutup rambut dan tubuhnya dengan pakaian yang longgar di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya (kerabat dekat yang tidak boleh ia nikahi selamanya, seperti ayah, saudara laki-laki, atau anak laki-lakinya), dan para ulama berbeda pendapat apakah wajah juga wajib ditutup. Al-Qur'an mengatakan bahwa hal ini membantu perempuan beriman dikenali sebagai orang beriman dan tidak diganggu.

Ditulis oleh Qabas dan diperiksa berdasarkan Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur'an Al-Karim, Tafsir Ibnu Katsir, dan syarah HadeethEnc.com.

Dari Al-Qur'an

قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ ذَٰلِكَ أَزۡكَىٰ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ﴿٣٠﴾ وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ﴿٣١﴾

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai hasrat (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

An-Nur 24:30-31Baca di Al-Qur'an
Penjelasan ayat

Katakanlah -wahai Rasul- kepada kaum laki-laki yang beriman, agar mereka menahan pandangan mereka dari melihat hal-hal yang tidak halal bagi mereka seperti wanita dan aurat dan hendaknya memelihara kemaluan mereka agar tidak terjatuh dalam perkara yang haram dan agar tidak menyingkapnya. Menahan pandangan dari perkara yang diharamkan Allah dan menjaga kemaluan itu adalah lebih suci bagi mereka di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat, tidak ada sesuatu pun dari hal itu yang tersembunyi bagi-Nya, dan Dia akan memberikan balasan pada mereka atas hal tersebut.

Katakanlah pula kepada wanita-wanita yang beriman agar mereka menahan pandangan mereka dari melihat hal-hal yang tidak halal bagi mereka berupa aurat dan agar mereka menjaga kemaluan mereka dengan menjauhi perbuatan keji dan dengan menutup aurat mereka. Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kepada laki-laki asing (yang bukan mahram mereka) kecuali yang biasa tampak darinya yang tidak mungkin untuk disembunyikan seperti pakaian. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka agar menutup rambut, kepala, wajah, dan leher mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka yang tersembunyi kecuali kepada suami-suami mereka, ayah-ayah mereka, ayah-ayah para suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra para suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara lelaki mereka, putra-putra saudari mereka, wanita-wanita yang amanah dan terpercaya -baik muslimah atau kafir-, budak-budak yang mereka miliki -baik laki-laki atau wanita-, pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan syahwat terhadap wanita, atau anak laki-laki yang belum mengerti tentang aurat wanita lantaran masih kecil. Janganlah pula kaum wanita menghentakkan kaki mereka dengan tujuan agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan seperti gelang kaki dan semisalnya. Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah -wahai orang-orang yang beriman- dari pandangan kalian terhadap yang tidak halal dan maksiat lainnya, supaya kalian beruntung dengan meraih apa yang kalian harapkan dan selamat dari apa yang kalian takuti.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ﴿٥٩﴾

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Al-Ahzab 33:59Baca di Al-Qur'an
Penjelasan ayat

Wahai Nabi! Ucapkanlah kepada istri-istrimu, kepada anak-anak perempuanmu, dan kepada istri-istri kaum mukminin, agar mereka memanjangkan jilbab yang mereka pakai ke seluruh tubuh mereka sehingga aurat mereka tidak tersingkap di hadapan lelaki ajnabi (nonmahram). Yang demikian ini agar mereka lebih mudah dikenali sebagai orang merdeka, sehingga tidak ada orang yang mengganggu mereka sebagaimana gangguan yang biasa dialami oleh hamba sahaya perempuan. Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa para hamba-Nya yang bertobat kepada-Nya, lagi Maha Penyayang kepada mereka.

Semua pelajaran