أَيۡنَمَا تَكُونُواْ يُدۡرِككُّمُ ٱلۡمَوۡتُ وَلَوۡ كُنتُمۡ فِي بُرُوجٖ مُّشَيَّدَةٖۗ وَإِن تُصِبۡهُمۡ حَسَنَةٞ يَقُولُواْ هَٰذِهِۦ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِۖ وَإِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةٞ يَقُولُواْ هَٰذِهِۦ مِنۡ عِندِكَۚ قُلۡ كُلّٞ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلۡقَوۡمِ لَا يَكَادُونَ يَفۡقَهُونَ حَدِيثٗا ٧٨
Aynamā takūnū yudrikkumul-mawtu walaw kuntum fī burūjim musyayyadatin wa in tusibhum hasanatun yaqūlū hādzihī min 'indillāhi wa in tusibhum sayyi'atun yaqūlū hādzihī min 'indika qul kullum min 'indillāhi famāli hā'ulā'il-qawmi lā yakādūna yafqahūna hadītsā
Di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal), sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh. Dan kalau mereka beroleh kebaikan (kemewahan hidup), mereka berkata: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau pula mereka ditimpa bencana, mereka berkata: “Ini adalah dari (sesuatu nahas) yang ada padamu”. Katakanlah (wahai Muhammad): “Semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (berpunca) dari sisi Allah”. Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (nasihat dan pengajaran)?