وَلَمَّا فَتَحُواْ مَتَٰعَهُمۡ وَجَدُواْ بِضَٰعَتَهُمۡ رُدَّتۡ إِلَيۡهِمۡۖ قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مَا نَبۡغِيۖ هَٰذِهِۦ بِضَٰعَتُنَا رُدَّتۡ إِلَيۡنَاۖ وَنَمِيرُ أَهۡلَنَا وَنَحۡفَظُ أَخَانَا وَنَزۡدَادُ كَيۡلَ بَعِيرٖۖ ذَٰلِكَ كَيۡلٞ يَسِيرٞ ٦٥
Walammā fatahū matā'ahum wajadū bidā'atahum ruddat ilayhim qālū yā'abānā mā nabghī hādzihī bidā'atunā ruddat ilaynā wanamīru ahlanā wanahfazu akhānā wanazdādu kayla ba'īrin dzālika kaylun yasīr
Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita, dan kami akan memelihara saudara kami, dan kita akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir)."
Tafsir
Tatkala mereka membuka wadah bahan makanan yang mereka bawa ternyata mereka mendapati barang dagangan mereka dikembalikan kepada mereka. Lalu mereka berkata kepada ayah mereka, "Apa lagi yang kami inginkan dari pembesar Mesir itu (Yusuf) setelah kebaikannya ini? Ini barang yang seharusnya ditukar dengan bahan makanan kami, ternyata dikembalikan olehnya untuk menunjukkan kemurahannya kepada kami. Sebab itu, (dengan adanya Bunyāmīn) kami bisa mendapatkan bahan makanan untuk keluarga kami (secara lebih mudah) sembari kami tetap menjaga saudara kami dari apa yang Anda takutkan dan kami akan mendapat tambahan satu muatan unta dengan membawa dia. Tambahan satu muatan unta adalah perkara mudah bagi pembesar Mesir itu."