Surat Saba' ayat 46

34:46

۞ قُلۡ إِنَّمَآ أَعِظُكُم بِوَٰحِدَةٍۖ أَن تَقُومُواْ لِلَّهِ مَثۡنَىٰ وَفُرَٰدَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُواْۚ مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرٞ لَّكُم بَيۡنَ يَدَيۡ عَذَابٖ شَدِيدٖ ٤٦

Qul innamā a'izukum biwāhidatin an taqūmū lillāhi matsnā wafurādā tsumma tatafakkarū mā bisāhibikum min jinnatin in huwa illā nadzīrul lakum bayna yaday 'adzābin syadīd

Katakanlah, "Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri;702 kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras."

Catatan kaki

702 “Berdua-dua atau sendiri-sendiri” maksudnya ialah bahwa dalam menghadap kepada Allah, kemudian merenungkan keadaan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebaiknya dilakukan dalam keadaan suasana tenang, dan ini tidak dapat dilakukan dalam keadaan beramai-ramai.

Tafsir

Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrikin itu, "Aku hanya mengisyaratkan dan menasihati kalian dengan satu perkara, yaitu hendaknya kalian berdiri karena Allah dengan melepaskan diri dari hawa nafsu, bisa dua dua, bisa juga sendiri-sendiri, kemudian renungkanlah perjalanan Nabi kalian, apa yang sudah kalian ketahui tentang akalnya, kejujurannya, dan amanahnya, agar kalian bisa memastikan bahwa beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak gila karena beliau hanya memperingatkan kalian dari azab yang berat bila kalian tidak bertobat kepada Allah dari menyekutukan-Nya."