أَلَمۡ تَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَأَسۡبَغَ عَلَيۡكُمۡ نِعَمَهُۥ ظَٰهِرَةٗ وَبَاطِنَةٗۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِي ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَلَا هُدٗى وَلَا كِتَٰبٖ مُّنِيرٖ ٢٠
Alam taraw annallāha sakkhara lakum mā fis-samāwāti wamā fil-ardi wa asbagha 'alaykum ni'amahū zāhiratan wabātinatan waminan-nāsi man yujādilu fillāhi bighayri 'ilmin walā hudan walā kitābim munīr
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
Tafsir
Tidakkah kalian melihat dan menyaksikan -wahai manusia- bahwa Allah telah memudahkan bagi kalian untuk memanfaatkan apa yang berada di langit, mulai dari matahari, bulan, dan bintang-bintang dan Allah juga memudahkan bagi kalian apa yang ada di bumi berupa hewan-hewan, pepohonan, dan tumbuh-tumbuhan. Dia juga menyempurnakan nikmat-Nya kepada kalian secara kasatmata seperti rupa yang indah dan perilaku yang bagus dan secara tidak kasatmata dan tersembunyi seperti akal dan ilmu. Meskipun berbagai kenikmatan ini melimpah, di antara manusia malah ada yang menentang keesaan Allah tanpa didasari ilmu yang bersandar pada wahyu dari Allah atau pada logika yang cerah ataupun pada kitab yang jelas yang diturunkan dari sisi Allah.