يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ١٦
Yābunayya innahā in taku mitsqāla habbatim min khardalin fatakun fī sakhratin aw fis-samāwāti aw fil-ardi ya'ti bihallāhu innallāha latīfun khabīr
(Lukman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus,649 Mahateliti.
Catatan kaki
649 "Allah Mahahalus" ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimanapun kecilnya.
Tafsir
Lukman berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya keburukan dan kebaikan itu meski kecil seperti beratnya biji sawi dan berada di dalam batu besar yang tidak diketahui oleh seorang pun, atau berada di tempat mana pun di langit atau di bumi, sesungguhnya Allah akan mendatangkannya pada hari Kiamat kelak, lalu memberikan balasan atasnya kepada hamba. Sesungguhnya Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya, tidak ada hal terkecil pun yang samar bagi-Nya dan Dia Maha Mengetahui seluruh hakikat dan tempatnya.