Surat Ibrahim ayat 27

14:27

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَۚ وَيَفۡعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ٢٧

Yutsabbitullāhul-ladzīna āmanū bil-qawlits-tsābiti fil-hayawātid-dunyā wafil-ākhirati wayudillullāhuz-zālimīna wayaf'alullāhu mā yasyā'

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh429 (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Catatan kaki

429 Yang dimaksud ucapan-ucapan yang teguh di sini ialah kalimat ṭayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.

Tafsir

Allah meneguhkan orang-orang mukmin dengan kalimat tauhid yang kokoh dalam bentuk iman yang sempurna di kehidupan dunia hingga mereka mati sementara mereka tetap berpegang kepada iman, saat di alam barzakh dalam kubur, yaitu tatkala mereka ditanya, serta Allah meneguhkan mereka juga pada hari Kiamat. Sebaliknya, Allah menyesatkan orang-orang zalim dengan kesyirikan dan kekufuran kepada Allah dari jalan kebenaran dan jalan lurus. Allah melakukan apa yang Dia kehendaki; menyesatkan siapa yang Dia hendak sesatkan dengan keadilan-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang hendak Dia beri petunjuk dengan karunia-Nya, tidak ada yang dapat menekan dan memaksa-Nya.