وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مَالًاۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ٢٩
Wayāqawmi lā as'alukum 'alayhi mālan in ajriya illā 'alallāhi wamā ana bitāridil-ladzīna āmanū innahum mulāqū rabbihim walākinnī arākum qawman tajhalūn
Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.
Tafsir
Wahai kaumku! Aku tidak minta imbalan harta atas usahaku menyampaikan risalah ini karena ganjaranku adalah di sisi Allah. Aku juga tidak akan mengusir orang-orang mukmin yang miskin dari majelisku sebagaimana kalian minta karena mereka akan berjumpa dengan Tuhan mereka di hari Kiamat kelak. Dia akan memberi mereka balasan sesuai dengan iman mereka. Akan tetapi, aku melihat bahwa kalian adalah orang-orang yang tidak mengerti hakikat dakwah ini ketika kalian meminta agar orang-orang mukmin yang miskin itu diusir dari majelisku.