وَلَئِنۡ أَذَقۡنَٰهُ نَعۡمَآءَ بَعۡدَ ضَرَّآءَ مَسَّتۡهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّيٓۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٞ فَخُورٌ ١٠
Wala'in adzaqnāhu na'mā'a ba'da darrā'a massathu layaqūlanna dzahabas-sayyi'ātu 'annī innahū lafarihun fakhūr
Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana itu dariku." Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga,
Tafsir
Sebaliknya, jika Kami memberikan kemudahan padanya dalam mendapatkan rezeki dan kesehatan setelah ia merasakan kemiskinan dan penyakit, pasti ia akan berkata, "Kesulitanku sudah pergi dan penyakitku sudah hilang." Ia tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat itu. Ia gemar membanggakan diri dan suka menyombongkan nikmat yang diterimanya dari Allah di depan orang lain.