فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٥
Falam yaku yanfa'uhum īmānuhum lammā ra'aw ba sanā sunnatallāhil-latī qad khalat fī 'ibādihī wakhasira hunālikal-kāfirūn
Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir.
Tafsir
Ketika mereka telah menyaksikan azab Kami turun atas mereka, maka ketika itu iman mereka tidak berguna lagi sedikit pun bagi mereka. Sunatullah yang berlaku pada hamba-hamba-Nya yang telah berlalu bahwa iman mereka tidak berguna manakala mereka menyaksikan azab Allah. Orang-orang kafir itu merugi manakala azab datang karena mereka telah menjerumuskan diri mereka ke dalam sebab-sebab kebinasaan akibat berupa kekufuran mereka kepada Allah dan tidak bertobatnya mereka darinya sebelum mereka melihat azab.