وَإِذَآ أَنۡعَمۡنَا عَلَى ٱلۡإِنسَٰنِ أَعۡرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيضٖ ٥١
Wa idzā an'amnā 'alal-insāni a'rada wana'ā bijānibihī wa idzā massahusy-syarru fadzū du'ā'in 'arīd
Dan apabila Kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka maka dia banyak berdoa.
Tafsir
Jika Kami memberi manusia nikmat berupa kesehatan, keselamatan, dan yang sepertinya maka manusia lalai dari mengingat Allah maupun menaati-Nya, bahkan dia berpaling ke samping dengan kesombongan. Namun, bila manusia ditimpa musibah berupa penyakit, kemiskinan, dan yang sepertinya maka ia akan berdoa kepada Allah berulang kali untuk mengadukan apa yang menimpanya kepada Allah agar Allah mengangkatnya. Ia tidak bersyukur kepada Tuhannya bila Dia memberinya kenikmatan dan tidak pula bersabar atas ujian Tuhannya manakala Dia mengujinya.