وَلَوۡ جَعَلۡنَٰهُ قُرۡءَانًا أَعۡجَمِيّٗا لَّقَالُواْ لَوۡلَا فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥٓۖ ءَا۬عۡجَمِيّٞ وَعَرَبِيّٞۗ قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدٗى وَشِفَآءٞۚ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٞ وَهُوَ عَلَيۡهِمۡ عَمًىۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُنَادَوۡنَ مِن مَّكَانِۭ بَعِيدٖ ٤٤
Walaw ja'alnāhu qur'ānan a'jamiyyal laqālū lawlā fussilat āyātuhū ā'jamiyyun wa'arabiyyun qul huwa lilladzīna āmanū hudan wasyifā'un walladzīna lā yu'minūna fī ādzānihim waqrun wahuwa 'alayhim 'aman ulā'ika yunādawna mim makāni ba'īd
Dan sekiranya Al-Qur`an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab, niscaya mereka mengatakan, "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah patut (Al-Qur`an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul) orang Arab? Katakanlah, "Al-Qur`an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur`an) itu merupakan kegelapan bagi mereka.776 Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh."
Catatan kaki
776 Tidak memberi petunjuk kepada mereka.
Tafsir
Seandainya Kami menurunkan Al-Qur`ān ini bukan dengan bahasa Arab, niscaya orang-orang kafir akan berkata, "Seandainya ayat-ayatnya dijelaskan agar kami memahaminya. Apakah Al-Qur`ān hadir dengan bahasa 'Ajam (nonarab) sedangkan orang yang membawanya adalah orang Arab?" Katakankah kepada mereka -wahai Rasul-, “Al-Qur`ān bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul adalah hidayah dari kesesatan dan penyembuh bagi apa yang ada di dalam dada berupa kebodohan dan dampaknya.” Adapun orang-orang yang tidak beriman kepada Allah maka telinga mereka tersumbat dan mata mereka buta sehingga mereka tidak memahaminya. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat demikian seperti orang yang diseru dari tempat yang jauh, bagaimana mungkin mereka mendengar seruan tersebut?!