وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ وَإِن تَدۡعُ مُثۡقَلَةٌ إِلَىٰ حِمۡلِهَا لَا يُحۡمَلۡ مِنۡهُ شَيۡءٞ وَلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰٓۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفۡسِهِۦۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِيرُ ١٨
Walā taziru wāziratun wizra ukhrā wa in tad'u mutsqalatun ilā himlihā lā yuhmal minhu syay'un walaw kāna dzā qurbā innamā tundzirul-ladzīna yakhsyawna rabbahum bil-ghaybi wa aqāmus-salawāta waman tazakkā fa innamā yatazakkā linafsihī wa ilallāhil-masīr
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesunggunya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya709 dan mereka yang melaksanakan salat. Barangsiapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah lah tempat kembali.
Catatan kaki
709 Sebagian mufasir menafsirkan bil gaib dalam ayat ini ialah ketika orang-orang itu sendirian tanpa melihat orang lain atau dilihat.
Tafsir
Seorang pelaku dosa tidaklah memikul dosa yang dilakukan orang lain, akan tetapi setiap jiwa menanggung dosa masing-masing. Bila seorang pelaku dosa yang telah memikul beban berat dosanya sendiri memanggil orang lain untuk ikut memikul sebagian dari dosanya, maka ia tidak akan bisa memikul sedikit pun darinya, sekalipun yang dipanggil itu adalah orang terdekatnya. Orang-orang yang kamu peringatkan dari azab Allah -wahai Rasul-, lalu mereka merasa takut hanyalah orang-orang yang takut kepada Tuhan yang tidak mereka lihat dan menyempurnakan salat dengan sebaik-baiknya karena mereka itu adalah orang-orang yang peringatanmu berguna bagi mereka. Barang siapa membersihkan dirinya dari kemaksiatan-kemaksiatan -terutama yang terbesar adalah syirik- maka dia hanya membersihkannya untuk kebaikan dirinya karena faedahnya kembali kepada dirinya sendiri dan Allah tidak memerlukan ketaatannya. Hanya kepada Allah tempat kembali pada hari Kiamat untuk menghadapi hisab amalan dan menerima balasannya.