وَإِذَا مَآ أُنزِلَتۡ سُورَةٞ فَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمۡ زَادَتۡهُ هَٰذِهِۦٓ إِيمَٰنٗاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَزَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَهُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ١٢٤
Wa idzā mā unzilat sūratun faminhum man yaqūlu ayyukum zādathu hādzihī īmānan fa ammal-ladzīna āmanū fazādathum īmānan wahum yastabsyirūn
Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.
Tafsir
Apabila Allah menurunkan sebuah surah (Al-Qur`ān) kepada Rasul-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka sebagian orang munafik akan bertanya dengan nada mengejek dan menghina, "Siapa di antara kalian yang imannya kepada ajaran yang dibawa Muhammad bertambah karena surah yang turun itu?" Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan percaya kepada Rasul-Nya maka turunnya surah itu pasti menambah iman mereka yang sudah ada sebelumnya. Mereka pasti gembira dengan turunnya wahyu dari Allah karena wahyu itu membawa banyak manfaat bagi mereka di dunia dan akhirat.