Surat At-Taubah ayat 107

9:107

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مَسۡجِدٗا ضِرَارٗا وَكُفۡرٗا وَتَفۡرِيقَۢا بَيۡنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَإِرۡصَادٗا لِّمَنۡ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبۡلُۚ وَلَيَحۡلِفُنَّ إِنۡ أَرَدۡنَآ إِلَّا ٱلۡحُسۡنَىٰۖ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٠٧

Walladzīnat-takhadzū masjidan dirāran wakufran watafrīqā baynal-mu'minīna wa irsādal liman hāraballāha warasūlahū min qablu walayahlifunna in aradnā illal-husnā wallāhu yasyhadu innahum lakādzibūn

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu.378 Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).

Catatan kaki

378 Yang dimaksud dengan "orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu" ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syria untuk melaksanakan salat di masjid yang mereka dirikan, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Tetapi Abu 'Amir tidak jadi datang, karena ia mati di Syria. Dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berkenaan dengan wahyu yang diterimanya setelah kembali dari perang Tabuk.

Tafsir

Salah satu golongan orang-orang munafik lain ialah mereka yang mendirikan masjid bukan dalam rangka taat kepada Allah, melainkan bertujuan mengganggu orang-orang Islam dan mendukung orang-orang kafir dengan cara memperkuat barisan orang-orang munafik dan memecah belah barisan orang-orang mukmin, serta dalam rangka bersiap-siap dan menunggu orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sebelum masjid itu didirikan. Orang-orang munafik itu benar-benar akan bersumpah di hadapan kalian, "Sungguh kami tidak punya maksud lain selain berbuat baik kepada orang-orang Islam." Namun, Allah bersaksi bahwa mereka benar-benar berdusta dengan pengakuan mereka itu.