وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فَسَقُواْ فَمَأۡوَىٰهُمُ ٱلنَّارُۖ كُلَّمَآ أَرَادُوٓاْ أَن يَخۡرُجُواْ مِنۡهَآ أُعِيدُواْ فِيهَا وَقِيلَ لَهُمۡ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ٢٠
Wa ammal-ladzīna fasaqū fama'wāhumun-nāru kullamā arādū an yakhrujū minhā u'īdū fīhā waqīla lahum dzūqū 'adzāban-nāril-ladzī kuntum bihī tukaddzibūn
Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan."
Tafsir
Adapun orang-orang yang keluar dari ketaatan terhadap Allah dengan melakukan kekufuran dan kemaksiatan maka tempat tinggal mereka yang telah disiapkan bagi mereka pada hari Kiamat adalah neraka, mereka menetap di dalamnya selama-lamanya. Setiap kali mereka menginginkan untuk keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan, “Rasakanlah siksa neraka yang dulu kalian dustakan di dunia ketika para rasul kalian mengancam kalian dengannya.”