ضَرَبَ لَكُم مَّثَلٗا مِّنۡ أَنفُسِكُمۡۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِي مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ فَأَنتُمۡ فِيهِ سَوَآءٞ تَخَافُونَهُمۡ كَخِيفَتِكُمۡ أَنفُسَكُمۡۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ٢٨
Daraba lakum matsalam min anfusikum hal lakum mim mā malakat aymānukum min syurakā'a fī mā razaqnākum fa antum fīhi sawā'un takhāfūnahum kakhīfatikum anfusakum kadzālika nufassilul-āyāti liqawmin ya'qilūn
Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu.638 Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.
Catatan kaki
638 Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa tidak pantas ada persekutuan dari unsur-unsur yang tidak setara, misalnya antara hamba sahaya dengan pemiliknya. Apalagi antara makhluk dengan Allah, tentu lebih tidak pantas lagi.
Tafsir
Allah telah membuat permisalan bagi kalian -wahai orang-orang musyrik- yang diambil dari diri kalian, “Adakah kalian mempunyai sekutu dari budak-budak dan hamba sahaya kalian yang bersekutu dengan kalian dalam kepemilikan harta-harta kalian dengan sama rata, kalian khawatir para hamba sahaya itu berbagi harta dengan kalian sebagaimana sebagian dari kalian khawatir berbagi harta dengan rekan sekutunya yang merdeka? Apakah kalian rela budak-budak kalian berbagi harta dengan kalian seperti itu?" Tidak dipungkiri bahwa kalian tidak akan rela dengan hal itu, apalagi Allah, Dia lebih utama untuk tidak mempunyai sekutu di dalam kerajaan-Nya daripada para makhluk-Nya dan hamba-hamba-Nya. Dengan permisalan seperti ini dan dengan cara lainnya Kami menerangkan hujah-hujah dan bukti-bukti yang bermacam-macam untuk kaum yang berakal karena merekalah yang bisa mengambil manfaat dari bukti-bukti itu.