ٱلۡخَبِيثَٰتُ لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَٰتِۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٢٦
Al-khabītsātu lil-khabītsīna wal-khabītsūna lil-khabītsāti wat-tayyibātu lit-tayyibīna wat-tayyibūna lit-tayyibāti ulā'ika mubarra'ūna mimmā yaqūlūna lahum maghfiratun warizqun karīm
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).562
Catatan kaki
562 Ayat ini menunjukkan kesucian Aisyah dan Safwan -raḍiyallāhu 'anhumā- dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik, maka perempuan yang baik pula yang menjadi istri beliau.
Tafsir
Setiap yang keji dari kalangan laki-laki, wanita, perbuatan, dan perkataan akan cocok dan sesuai dengan kekejian yang semisalnya. Sebaliknya, setiap yang baik itu cocok dan sesuai dengan hal yang baik juga. Kaum laki-laki dan wanita yang baik-baik lagi bersih itu terjauhkan dari apa yang dituduhkan oleh kaum laki-laki dan wanita yang keji. Bagi mereka yang baik dan bersih itu ampunan dari Tuhan mereka yang menghapus segala dosa mereka dan bagi mereka juga rezeki yang mulia, yaitu surga.