Surat An-Nisa' ayat 64

4:64

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ إِذ ظَّلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ جَآءُوكَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ ٱللَّهَ وَٱسۡتَغۡفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُواْ ٱللَّهَ تَوَّابٗا رَّحِيمٗا ٦٤

Wamā arsalnā mir rasūlin illā liyutā'a bi idznillāhi walaw annahum iz zalamū anfusahum jā'ūka fastaghfarullāha wastaghfara lahumur-rasūlu lawajadullāha tawwābar rahīmā

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya205 datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Catatan kaki

205 Berhakim kepada selain Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Tafsir

Tidaklah Kami mengutus seorang rasul melainkan supaya ia dipatuhi perintahnya dengan kehendak dan ketetapan Allah. Seandainya ketika mereka menganiaya diri mereka sendiri lantaran melakukan maksiat mereka datang menemuimu -wahai Rasul- di masa hidupmu seraya mengakui dan menyesali perbuatan mereka, bertobat dan memohon ampun kepada Allah, dan kamu pun memohonkan ampunan untuk mereka kepada Allah, niscaya mereka akan mendapati bahwa Allah Maha Menerima tobat lagi Maha Menyayangi mereka.