إِن يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَٰثٗا وَإِن يَدۡعُونَ إِلَّا شَيۡطَٰنٗا مَّرِيدٗا ١١٧
In yad'ūna min dūnihī illā inātsan wa in yad'ūna illā syaytānam marīdā
Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah ināṡan (berhala),223 dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,
Catatan kaki
223 Asal makna ināṡan ialah perempuan-perempuan. Patung-patung berhala yang disembah Arab Jahiliah itu biasanya diberi nama dengan nama-nama perempuan seperti al-Lata, al-Uzza dan Manah. Dapat juga berarti di sini orang-orang mati, benda-benda yang tidak berjenis dan benda-benda yang lemah.
Tafsir
Orang-orang musyrik itu tidaklah menyembah bersama Allah selain berhala-berhala yang dinamai dengan nama-nama perempuan, seperti Lāta dan 'Uzzā, yang tidak dapat mendatangkan manfaat maupun mudarat. Sejatinya yang mereka sembah tidak lain adalah setan yang senantiasa durhaka kepada Tuhannya dan sama sekali tidak mengandung kebaikan karena setanlah yang menyuruh mereka menyembah berhala-berhala itu.