وَلِلَّهِ غَيۡبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَمَآ أَمۡرُ ٱلسَّاعَةِ إِلَّا كَلَمۡحِ ٱلۡبَصَرِ أَوۡ هُوَ أَقۡرَبُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٧٧
Walillāhi ghaybus-samāwāti wal-ardi wamā amrus-sā'ati illā kalamhil-basari aw huwa aqrabu innallāha 'alā kulli syay'in qadīr
Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tafsir
Hanya Allah semata yang mengetahui hal yang gaib di langit dan di bumi karena Dialah yang secara khusus mengetahuinya, tidak seorang makhluk pun yang berserikat dengan-Nya. Urusan hari Kiamat termasuk perkara gaib yang hanya Dia yang mengetahuinya; dalam urusan kedatangannya yang cepat bila Allah menghendakinya hanyalah seperti membuka dan menutup kelopak mata, bahkan lebih cepat dari itu. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu yang dapat melemahkan Allah, bila Allah berkehendak pada sesuatu maka dia hanya berfirman, “Jadilah!” maka jadilah ia.