وَأَخِي هَٰرُونُ هُوَ أَفۡصَحُ مِنِّي لِسَانٗا فَأَرۡسِلۡهُ مَعِيَ رِدۡءٗا يُصَدِّقُنِيٓۖ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ ٣٤
Wa akhī hārūnu huwa afsahu minnī lisānan fa arsilhu ma'iya rid'an yusaddiqunī innī akhāfu an yukaddzibūn
Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku,610 maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku."
Catatan kaki
610 Nabi Musa -'alaihissalām- selain merasa takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Fir'aun. Maka dia memohon kepada Allah agar mengutus Nabi Harun -'alaihissalām- bersamanya, yang lebih lancar bicaranya.
Tafsir
Adapun saudaraku, Harun maka dia lebih fasih dari diriku dalam berbicara. Sebab itu, utuslah dia bersamaku untuk membantuku apabila Firaun dan kaumnya mendustakanku. Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku sebagaimana kebiasaan umat-umat terdahulu terhadap para rasul mereka.”