Surat Al-Qasas ayat 10

28:10

وَأَصۡبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَٰرِغًاۖ إِن كَادَتۡ لَتُبۡدِي بِهِۦ لَوۡلَآ أَن رَّبَطۡنَا عَلَىٰ قَلۡبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٠

Wa asbaha fu'ādu ummi mūsā fārighan in kādat latubdī bihī lawlā ar rabatnā 'alā qalbihā litakūna minal-mu'minīn

Dan hati ibu Musa menjadi kosong.606 Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).

Catatan kaki

606 Setelah ibunya Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya karena kekhawatiran atas keselamatan Musa. Bahkan hampir-hampir dia berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri.

Tafsir

Adapun hati ibu Musa -'alaihissalām- maka menjadi kosong dari segala urusan dunia, kecuali urusan Musa. Hampir saja kesabarannya habis dan mengakui bahwa Musa adalah anaknya karena besarnya keterikatan hatinya dengannya, kalaulah bukan karena Kami telah ikat hatinya agar tetap tegar dan sabar, agar dia termasuk orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya serta penyabar atas apa yang ditakdirkan oleh-Nya.