وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَمِيثَٰقَهُ ٱلَّذِي وَاثَقَكُم بِهِۦٓ إِذۡ قُلۡتُمۡ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٧
Wadzkurū ni'matallāhi 'alaykum wamītsāqahul-ladzī wātsaqakum bihī idz qultum sami'nā wa ata'nā wattaqullāha innallāha 'alīmu bidzātis-sudūr
Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya267 yang telah diikatkan kepadamu, ketika kamu mengatakan, "Kami mendengar dan kami menaati." Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Catatan kaki
267 Perjanjian akan mendengar dan mengikuti Nabi dalam segala keadaan yang diikrarkan waktu baiah (prasetia).
Tafsir
Ingatlah nikmat yang Allah berikan kepada kalian berupa petunjuk untuk memeluk agama Islam dan ingatlah pula janji yang telah Dia ambil dari kalian tatkala kalian menyatakan baiat (janji setia) kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk mendengar dan patuh, baik di kala senang maupun susah dengan mengatakan, “Kami mendengar ucapanmu dan mematuhi perintahmu.” Bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya -termasuk janji-janji kalian kepada-Nya- dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati sehingga tidak ada sesuatu pun padanya yang luput dari pengetahuan-Nya.