Surat Al-Ma'idah ayat 42

5:42

سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ أَكَّٰلُونَ لِلسُّحۡتِۚ فَإِن جَآءُوكَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُمۡ أَوۡ أَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡۖ وَإِن تُعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ فَلَن يَضُرُّوكَ شَيۡـٔٗاۖ وَإِنۡ حَكَمۡتَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٤٢

Sammā'ūna lil-kadzibi akkālūna lis-suhti fa in jā'ūka fahkum baynahum aw a'rid 'anhum wa in tu'rid 'anhum falan yadurrūka syay'an wa in hakamta fahkum baynahum bil-qisti innallāha yuhibbul-muqsitīn

Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram.278 Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

Catatan kaki

278 Seperti uang suap dan sebagainya.

Tafsir

Orang-orang Yahudi itu gemar mendengarkan kebohongan dan memakan harta yang haram, seperti riba. Jika mereka memintamu -wahai Rasul- untuk menjadi hakim maka putuskanlah perkara mereka jika kamu berkenan, atau janganlah memutuskan perkara mereka jika kamu enggan. Kamu boleh memilih mana yang kamu inginkan. Apabila kamu memilih untuk tidak memutuskan perkara mereka maka mereka tidak akan dapat menimpakan mudarat apa pun kepadamu. Sebaliknya, jika kamu memilih untuk memutuskan perkara mereka maka putuskanlah secara adil, meskipun mereka adalah orang-orang yang zalim dan musuh bagimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil dalam memutuskan perkara, sekalipun orang-orang yang berperkara adalah musuh bagi hakim.