إِذۡ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَىٰٓ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوۡقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأَحۡكُمُ بَيۡنَكُمۡ فِيمَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ ٥٥
Idz qālallāhu yā'īsā innī mutawaffīka warāfi'uka ilayya wamutahhiruka minal-ladzīna kafarū wajā'ilul-ladzīnat-taba'ūka fawqal-ladzīna kafarū ilā yawmil-qiyāmati tsumma ilayya marji'ukum fa ahkumu baynakum fīmā kuntum fīhi takhtalifūn
(Ingatlah), ketika Allah berfirman, "Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan."
Tafsir
Allah juga membalas tipu daya mereka ketika Dia berfirman kepada Isa -'alaihissalām-, “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku menggenggam nyawamu tanpa kematian, mengangkat tubuh dan ruhmu kepada-Ku, menyucikanmu dari kekejian orang-orang yang kafir kepadamu dan menjauhkanmu dari mereka, serta menjadikan orang-orang yang mengikutimu berada dalam agama yang benar -salah satunya ialah beriman kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, mengungguli orang-orang yang kafir kepadamu dengan bukti kebenaran dan kemuliaan sampai hari Kiamat. Hanya kepada-Ku kalian akan kembali di hari Kiamat, kemudian Aku berikan keputusan kepada kalian atas perselisihan yang terjadi di antara kalian.