ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهِ إِلَيۡكَۚ وَمَا كُنتَ لَدَيۡهِمۡ إِذۡ يُلۡقُونَ أَقۡلَٰمَهُمۡ أَيُّهُمۡ يَكۡفُلُ مَرۡيَمَ وَمَا كُنتَ لَدَيۡهِمۡ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ٤٤
Dzālika min ambā'il-ghaybi nūhīhi ilayka wamā kunta ladayhim idz yulqūna aqlāmahum ayyuhum yakfulu maryama wamā kunta ladayhim idz yakhtasimūn
Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena119 mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.
Catatan kaki
119 Ada sebagian mufasir yang mengartikan anak panah. Artinya undian itu dilakukan dengan melempar anak panah.
Tafsir
Kisah tentang Zakaria dan Maryam -'alaihimassalām- tersebut adalah bagian dari perkara gaib yang Kami wahyukan kepadamu -wahai Rasul-. Engkau tidak berada di antara para ulama dan orang-orang saleh yang ketika itu berseteru tentang siapa yang paling berhak mengasuh Maryam, sampai akhirnya mereka terpaksa menggunakan undian. Mereka melempar pena masing-masing dan pena Zakaria -'alaihissalām- menjadi pemenangnya.