وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشۡرَىٰ لَكُمۡ وَلِتَطۡمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِۦۗ وَمَا ٱلنَّصۡرُ إِلَّا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ١٢٦
Wamā ja'alahullāhu illā busyrā lakum walitatma'inna qulūbukum bihī waman-nasru illā min 'indillāhil-'azīzil-hakīm
Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Tafsir
Tidaklah Allah menjadikan pemberian bantuan dan pengiriman malaikat itu melainkan sebagai kabar gembira untuk menenangkan hati kalian. Jika tidak, sesungguhnya kemenangan itu sejatinya tidak bisa dicapai hanya dengan upaya-upaya lahiriah semacam itu. Tetapi, kemenangan itu sejatinya berasal dari sisi Allah Yang Mahaperkasa, yang tidak terkalahkan oleh siapa pun, lagi Mahabijaksana dalam menetapkan ketentuan dan syariat-Nya.