وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعۡبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرۡفٖۖ فَإِنۡ أَصَابَهُۥ خَيۡرٌ ٱطۡمَأَنَّ بِهِۦۖ وَإِنۡ أَصَابَتۡهُ فِتۡنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةَۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ ١١
Waminan-nāsi man ya'budullāha 'alā harfin fa in asābahū khayrunitma'anna bihī wa in asābathu fitnatuninqalaba 'alā wajhihī khasirad-dunyā wal-ākhirata dzālika huwal-khusrānul-mubīn
Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi,539 maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang.540 Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.
Catatan kaki
539 Tidak dengan penuh keyakinan.
540 Kembali kafir lagi.
Tafsir
Di antara manusia juga ada orang yang bimbang, dia menyembah Allah dalam keadaan ragu. Apabila ia memperoleh kebaikan berupa kesehatan dan kekayaan, ia akan terus beriman dan beribadah kepada Allah, namun apabila ia memperoleh suatu cobaan berupa penyakit atau kemiskinan, ia akan putus asa dari agamanya hingga murtad. Sungguh dia rugi di dunia, kekafirannya tidak akan menambahnya dari bagian harta dunia yang tidak ditetapkan baginya, dan ia juga rugi di akhirat kelak karena adanya azab Allah yang akan menimpanya. Hal yang demikian ini merupakan kerugian yang nyata.