إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ وَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ حِينَ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ مَنۡ أَضَلُّ سَبِيلًا ٤٢
In kāda layudillunā 'an ālihatinā lawlā an sabarnā 'alayhā wasawfa ya'lamūna hīna yarawnal-'adzāba man adallu sabīlā
Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.
Tafsir
Sesungguhnya hampir saja ia menyesatkan dan memalingkan kita dari penyembahan terhadap tuhan-tuhan kita. Seandainya kita tidak sabar dan teguh dalam menyembah mereka, niscaya ia (Rasul) pasti memalingkan kita darinya dengan argumen dan bukti yang ia bawa." Mereka kelak akan tahu, yaitu di saat mereka melihat azab dalam kubur dan pada hari Kiamat; siapa yang paling sesat jalannya, mereka ataukah Rasul? Saat itulah mereka pasti akan tahu siapa yang lebih sesat.