Surat Al-Fath ayat 27

48:27

لَّقَدۡ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءۡيَا بِٱلۡحَقِّۖ لَتَدۡخُلُنَّ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمۡ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَۖ فَعَلِمَ مَا لَمۡ تَعۡلَمُواْ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ فَتۡحٗا قَرِيبًا ٢٧

Llaqad sadaqallāhu rasūlahur-ru'yā bil-haqqi latadkhulunnal-masjidal-harāma in syā'allāhu āminīna muhalliqīna ru'ūsakum wamuqassirīna lā takhāfūna fa'alima mā lam ta'lamū faja'ala min dūni dzālika fathan qarībā

Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.809

Catatan kaki

809 Beberapa lama sebelum terjadi Perjanjian Hudaibiyah, Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki kota Mekkah dan Masjidilharam dalam keadaan sebagian mereka menggundul rambut dan sebagian lagi memendekkannya. Nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu nanti akan terjadi. Kemudian berita ini tersiar di kalangan kaum muslimin, orang-orang munafik, serta orang-orang Yahudi dan Nasrani. Setelah terjadi “Perjanjian Hudaibiyah” dan kaum muslimin pada waktu itu tidak sampai memasuki Mekkah, maka orang-orang munafik memperolok-olokkan Nabi dan menyatakan bahwa mimpi yang beliau katakan pasti akan terjadi itu adalah bohong belaka. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mimpi Nabi itu pasti akan menjadi kenyataan pada tahun yang akan datang. Sekiranya pada tahun terjadinya Perjanjian Hudaibiyah itu kaum muslimin memasuki kota Mekkah, maka keselamatan orang-orang yang menyembunyikan imannya yang berada di kota Mekkah pada waktu itu merasa terancam.

Tafsir

Sungguh Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya kebenaran mimpinya dengan sebenarnya saat Allah menampakkannya di dalam tidurnya dan telah diberitahukan olehnya kepada para sahabatnya, yaitu bahwa dia dan para sahabatnya akan masuk ke Baitullah dalam kondisi aman dari gangguan musuh mereka. Di antara mereka ada yang menggunduli kepalanya dan ada yang mencukur pendek rambutnya sebagai bukti selesainya manasik mereka. Allah mengetahui maslahat kalian -wahai orang-orang yang beriman- apa yang tidak kalian ketahui, sebab itu di samping terbuktinya mimpi untuk masuk Makkah pada tahun itu Allah juga mewujudkan kemenangan kalian dalam waktu dekat, yaitu perjanjian Hudaibiah yang dirancang oleh Allah lalu diikuti dengan kemenangan perang Khaibar untuk orang-orang beriman yang menghadiri perjanjian Hudaibiah.