لَّيۡسَ عَلَى ٱلۡأَعۡمَىٰ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡأَعۡرَجِ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرِيضِ حَرَجٞۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَمَن يَتَوَلَّ يُعَذِّبۡهُ عَذَابًا أَلِيمٗا ١٧
Llaysa 'alal-a'mā harajun walā 'alal-a'raji harajun walā 'alal-marīdi harajun waman yuti'illāha warasūlahū yudkhilhu jannātin tajrī min tahtihal-anhāru waman yatawalla yu'addzibhu 'adzāban alīmā
Tidak ada dosa bagi orang-orang yang buta, orang-orang yang pincang, dan orang-orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling, Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih.
Tafsir
Tidak ada dosa bagi orang yang mempunyai alasan karena kebutaan, pincang, atau sakit untuk tidak ikut perang di jalan Allah. Barang siapa menaati Allah dan menaati Rasul-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang di bawah istana-istananya dan pepohonannya mengalir sungai-sungai. Sebaliknya, barang siapa berpaling dari ketaatan terhadap keduanya niscaya Allah menyiksanya dengan siksa yang menyakitkan.