وَقُلۡنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسۡكُنۡ أَنتَ وَزَوۡجُكَ ٱلۡجَنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٣٥
Waqulnā yā'ādamuskun anta wazawjukal-jannata wakulā minhā raghadan haytsu syi'tumā walā taqrabā hādzihisy-syajarata fatakūnā minaz-zālimīn
Dan Kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini,17 nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!"18
Catatan kaki
17 Menurut setan, siapa yang memakan buah pohon itu, akan kekal di dalam surga (lihat surah Ṭāhā (20): 120).
18 Zalim artinya aniaya. Orang yang zalim ialah orang yang melakukan perbuatan aniaya, yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.
Tafsir
Kami berfirman, “Wahai Adam! Tinggallah kamu bersama istrimu (Hawa) di dalam surga. Makanlah apa yang ada di dalamnya dengan senang hati dan leluasa, tanpa merasa terganggu, di mana saja di dalam surga. Tetapi, jangan sekali-kali kalian berdua makan dari pohon ini yang Kami larang untuk dimakan karena (jika memakannya) kalian berdua akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang zalim akibat membangkang terhadap perintah-Ku.”