Surat Al-Ahqaf ayat 35

46:35

فَٱصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ أُوْلُواْ ٱلۡعَزۡمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِل لَّهُمۡۚ كَأَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوعَدُونَ لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ مِّن نَّهَارِۭۚ بَلَٰغٞۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ٣٥

Fasbir kamā sabara ulul-'azmi minar-rusuli walā tasta'jil lahum ka annahum yawma yarawna mā yū'adūna lam yalbatsū illā sā'atam min nahāri balāghun fahal yuhlaku illal-qawmul-fāsiqūn

Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah tinggal (di dunia) hanya sesaat saja dari siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan, kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah).

Tafsir

Oleh karena itu, bersabarlah -wahai Rasul- atas pendustaan kaummu kepadamu sebagaimana kesabaran para rasul ululazmi (yang mempunyai keteguhan hati luar biasa), yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa -'alaihimussalām-, dan anganlah engkau minta disegerakan siksa untuk mereka. Pada hari ketika para pendusta dari kaummu melihat siksa yang dijanjikan kepada mereka di akhirat, seakan-akan mereka tidak tinggal di dunia melainkan hanya sesaat dari siang hari dikarenakan panjangnya masa siksaan mereka. Al-Qur`ān yang diturunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ini merupakan seruan dan pelajaran untuk seluruh manusia dan jin. Sesungguhnya tidaklah dibinasakan dengan siksa melainkan kaum yang keluar dari ketaatan kepada Allah dengan melakukan kekufuran dan maksiat.