وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ٱئۡتُونِي بِهِۦۖ فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرۡجِعۡ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسۡـَٔلۡهُ مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ٱلَّٰتِي قَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيۡدِهِنَّ عَلِيمٞ ٥٠
Waqālal-maliku'tūnī bihī falammā jā'ahur-rasūlu qālarji' ilā rabbika fas'alhu mā bālun-niswatil-lātī qatta'na aydiyahunna inna rabbī bikaydihinna 'alīm
Dan (apabila mendengar tafsiran itu) berkatalah raja Mesir: “Bawalah dia kepadaku! “Maka tatkata utusan raja datang kepada Yusuf (menjemputnya mengadap raja), Yusuf berkata kepadanya: Kembalilah kepada tuanmu kemudian bertanyalah kepadanya: “Apa halnya perempuan-perempuan yang melukakan tangan mereka? Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka”.