أَوۡ يَكُونَ لَكَ بَيۡتٞ مِّن زُخۡرُفٍ أَوۡ تَرۡقَىٰ فِي ٱلسَّمَآءِ وَلَن نُّؤۡمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيۡنَا كِتَٰبٗا نَّقۡرَؤُهُۥۗ قُلۡ سُبۡحَانَ رَبِّي هَلۡ كُنتُ إِلَّا بَشَرٗا رَّسُولٗا ٩٣
Aw yakūna laka baytum min zukhrufin aw tarqā fis-samā'i walan nu'mina liruqiyyika hattā tunazzila 'alaynā kitāban naqra'uhū qul subhāna rabbī hal kuntu illā basyarar rasūlā
Atau (sehingga) engkau mempunyai sebuah rumah terhias dari emas; atau (sehingga) engkau naik ke langit; dan kami tidak sekali-kali akan percaya tentang kenaikanmu ke langit sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab yang dapat kami membacanya”. Katakanlah (wahai Muhammad): “Maha Suci Tuhanku! Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul?