هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبۡخَلُۖ وَمَن يَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا يَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦۚ وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِيُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُۚ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ يَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓاْ أَمۡثَٰلَكُم ٣٨
Hā'antum hā'ulā'i tud'awna litunfiqū fī sabīlillāhi faminkum man yabkhalu waman yabkhal fa innamā yabkhalu 'an nafsihī wallāhul-ghaniyyu wa antumul-fuqarā'u wa in tatawallaw yastabdil qawman ghayrakum tsumma lā yakūnū amtsālakum
Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah lah Yang Mahakaya, dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu.
Tafsir
Kalian adalah orang-orang yang diminta untuk menginfakkan sebagian dari harta kalian di jalan Allah dan tidaklah diminta dari kalian untuk menginfakkan seluruh harta kalian, namun di antara kalian ada yang tidak mau berinfak sesuai anjuran karena kikir dengan hartanya. Barang siapa yang kikir dalam menginfakkan hartanya di jalan Allah sebenarnya ia hanya kikir terhadap dirinya sendiri dengan mengharamkan bagi dirinya pahala infak, padahal Allah Mahakaya, tidak memerlukan infak kalian, sementara kalian butuh kepada-Nya. Jika kalian kembali dari Islam menuju pada kekufuran, niscaya Dia akan membinasakan kalian dan mendatangkan kaum selain kalian dan mereka tidak seperti kalian, akan tetapi mereka taat kepada-Nya.