ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ ٣٠
Dzālika bi annallāha huwal-haqqu wa anna mā yad'ūna min dūnihil-bātilu wa annallāha huwal-'aliyyul-kabīr
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya, dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.
Tafsir
Pengaturan dan ketentuan itu menjadi saksi bahwa Allah sajalah Yang Mahabenar karena Dia Mahabenar dalam Zat, sifat, dan perbuatan-Nya dan bahwa apa yang disembah oleh orang-orang musyrik selain Allah adalah batil, tidak mempunyai dasar, sekaligus menjadi saksi bahwa Allah Mahatinggi secara Zat, keperkasaan, dan kekuasaan-Nya di atas seluruh makhluk-makhluk-Nya, tidak ada yang lebih tinggi dari-Nya, Yang Mahabesar dari segala sesuatu.