أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتۡلُوهُ شَاهِدٞ مِّنۡهُ وَمِن قَبۡلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامٗا وَرَحۡمَةًۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ مِنَ ٱلۡأَحۡزَابِ فَٱلنَّارُ مَوۡعِدُهُۥۚ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُۚ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٧
Afaman kāna 'alā bayyinatim mir rabbihī wayatlūhu syāhidum minhu wamin qablihī kitābu mūsā imāman warahmatan ulā'ika yu'minūna bihī waman yakfur bihī minal-ahzābi fan-nāru maw'iduhū falā taku fī miryatim minhu innahul-haqqu mir rabbika walākinna aktsaran-nāsi lā yu'minūn
Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur`an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi396 dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka beriman kepadanya (Al-Qur`an). Barang siapa mengingkarinya (Al-Qur`an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur`an. Sungguh, Al-Qur`an itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
Catatan kaki
396 Ada yang menafsirkan saksi dengan Jibril -'alaihissalām-, Al-Qur`an atau Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Tafsir
Tidaklah sama antara Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang memiliki bukti kebenaran dari Tuhannya dan memiliki saksi dari Tuhannya, yaitu Jibril, dan kenabiannya telah disaksikan oleh Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa -'alaihissalām- sebagai teladan dan rahmat bagi umat manusia, tidaklah sama antara beliau dan orang-orang mukmin yang berjuang bersamanya dengan orang-orang kafir yang kebingungan di dalam kesesatan. Orang-orang mukmin itu beriman kepada Al-Qur`ān dan juga beriman kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang menerimanya dari Allah. Siapa pun penganut agama yang kafir kepadanya maka neraka adalah ancaman baginya di hari Kiamat. Oleh karena itu, janganlah engkau -wahai Rasu- merasa ragu terhadap kebenaran Al-Qur`ān dan adanya ancaman bagi mereka karena sesungguhnya Al-Qur`ān adalah kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Tetapi, kebanyakan manusia tidak beriman, walaupun dalil-dalil dan bukti-bukti yang menunjukkan kebenarannya sangat berlimpah.