أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَانُوٓاْ أَكۡثَرَ مِنۡهُمۡ وَأَشَدَّ قُوَّةٗ وَءَاثَارٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٨٢
Afalam yasīrū fil-ardi fayanzurū kayfa kāna 'āqibatul-ladzīna min qablihim kānū aktsara minhum wa asyadda quwwatan wa ātsāran fil-ardi famā aghnā 'anhum mā kānū yaksibūn
Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi,771 maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
Catatan kaki
771 Peradaban seperti bangunan, benteng, istana dan alat-alat perlengkapan.
Tafsir
Apakah orang-orang yang mendustakan itu tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana akibat dari umat-umat yang mendustakan sebelum mereka sehingga mereka bisa memetik pelajaran darinya?! Umat-umat tersebut lebih banyak hartanya daripada mereka, lebih besar kekuatannya, dan lebih berkuasa di muka bumi, namun semua itu tidak berguna apa pun bagi mereka ketika azab Allah yang membinasakan datang kepada mereka.