أَوَمَن يُنَشَّؤُاْ فِي ٱلۡحِلۡيَةِ وَهُوَ فِي ٱلۡخِصَامِ غَيۡرُ مُبِينٖ ١٨
Awaman yunassya'u fil-hilyati wahuwa fil-khisāmi ghayru mubīn
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.782
Catatan kaki
782 Ayat ini menggambarkan keadaan perempuan Arab pada waktu Al-Qur`an diturunkan. Mereka tidak diberi kesempatan dalam pendidikan, sehingga kurang kecerdasannya dan hanya dijadikan perhiasan saja. Perempuan tidak mampu bersikap tegas, berani dan jelas menyampaikan kehendaknya untuk memperoleh kemenangan.
Tafsir
Apakah mereka menasabkan kepada Tuhan mereka seorang yang tumbuh dipelihara dengan perhiasan sementara dalam perdebatan dia tidak mampu berbicara secara jelas karena kodratnya sebagai wanita?!