لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوۡءِۖ وَلِلَّهِ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٦٠
Lilladzīna lā yu'minūna bil-ākhirati matsalus-saw'i walillāhil-matsalul-a'lā wahuwal-'azīzul-hakīm
Bagi orang-orang yang tidak beriman pada (kehidupan) akhirat, (mempunyai) sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Tafsir
Orang-orang kafir yang tidak beriman kepada akhirat memiliki sifat keburukan, yaitu hajat kepada anak, kebodohan, dan kekufuran, sedangkan Allah memiliki sifat-sifat terpuji berupa kemuliaan, kesempurnaan, kekayaan, dan ilmu. Allah Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya yang tidak seorang pun mengalahkan-Nya, lagi Mahabijaksana dalam penciptaan, pengaturan, dan syariat-Nya.