وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةِۭ بَطِرَتۡ مَعِيشَتَهَاۖ فَتِلۡكَ مَسَٰكِنُهُمۡ لَمۡ تُسۡكَن مِّنۢ بَعۡدِهِمۡ إِلَّا قَلِيلٗاۖ وَكُنَّا نَحۡنُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٥٨
Wakam ahlaknā min qaryati batirat ma'īsyatahā fatilka masākinuhum lam tuskam mim ba'dihim illā qalīlan wakunnā nahnul-wāritsīn
Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya."612
Catatan kaki
612 Setelah mereka hancur, tempat itu sudah kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah ia kepada pemiliknya yang hakiki yaitu Allah.
Tafsir
Betapa banyak negeri yang mengingkari nikmat Allah kepada mereka, lalu mereka tenggelam dalam dosa dan kemaksiatan, sehingga Kami kirimkan kepada mereka siksa yang membinasakan. Tempat kediaman mereka yang punah itu dilalui oleh manusia, tidak didiami sepeninggal para pemiliknya kecuali sedikit saja dari orang-orang yang melewatinya dan Kamilah ahli waris yang mewarisi langit, bumi, dan semua yang ada pada keduanya.